QWEEPY.CO.ID
Image default
Berita

Ustad Rahmat Baequni Sebut Petugas KPPS Diracun Melalui Rokok

Viral video ceramah Ustad Rahmat Baequni yang mengatakan ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal, sengaja diracun melalui rokok. Rahmat Baequni mengatakan, tujuannya agar KPPS tidak bisa memberikan kesaksian mengenai kondisi di tempat pemungutan suara (TPS) Pemilu 2019.

Video Ustad tersebut yang berdurasi 2 menit 20 detik ada di salah satu akun Twitter @p3nj3l4j4h. Namun, belum jelas video tersebut kapan diambil.

“Bapak ibu sekalian yang dirahmati Allah, ketika semua yang meninggal ini dites di lab, bukan di autopsi tapi dicek di lab foensiknya ternyata semua yang meninggal ini dalam tubuhnya mengandung zat yang sama , zat racun berupa gas,” ujar Rahmat seperti dikutip Suara.com, Rabu (19/6/2019).

Rahmat Baequni mengatakan zat racun itu dimasukkan lewat rokok dan dibagikan ke TPS “Zat racun berupa gas dimasukkan ke dalam rokok lalu disebar ke setiap TPS,” ucap Rahmat Baequni. Video tersebut mendadak viral dan menjadi sorotan. Ada pula netizen yang menyayangkan Rahmat Baequni karena menyebarkan hoax kepada masyarakat.

Menurut Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetro karena locus dan tempusnya ada di Jawa Barat maka dari Direktorat Siber diserahkan Jawa Barat dan akan dibuatkan laporan polisi tipe A. Setelah itu baru kasusnya dilimpahkan ke Polda Jawa Barat dan diasistensi Polri. Setelah LP A terbit, penyelidikan akan dilakukan untuk menentukan unsur pelanggaran hukum dalam ceramah Ustad Rahmat tersebut.

Lebih lanjur, Dedi mengatakan bahwa Ustad Rahmar Baequni akan dilaporkan dengan pasal hoax tentang anggota KPPS yang meninggal karena diracun.

Related posts

Adanya Poin ‘Ngeri-ngeri Sedap’ pada Sidang Gugatan Prabowo-Sandi di MK

Rey Wahyudi

VP menyerukan untuk meningkatkan ekspor otomotif saat GIIAS dimulai

Rey Wahyudi

Tiga kontraktor Blok Koridor akan mempertahankan peran setelah 2023

Rey Wahyudi

Amien Rais Mengawasi Kinerja Jokowi-Ma’ruf 5 Tahun Ke Depan

Rey Wahyudi

Seminggu menikah datang polisi untuk mengambil mahar hasil curian

Rey Wahyudi

Adanya Isu Pulau Komodo Ditutup, Jokowi Menjawab

Rey Wahyudi