QWEEPY.CO.ID
Image default
Berita

Adanya Poin ‘Ngeri-ngeri Sedap’ pada Sidang Gugatan Prabowo-Sandi di MK

Saat ini pengajuan tim hukum capres nomor 02 Prabowo-Sandi yang saat ini hangat diberitakan. Ada satu poin yang cukup mematikan pada sidang gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU). Hal ini dikatakan oleh Refly Harun, Pakar Hukum Tata Negara saat dalam program Fakta yang disiarkan di Talkshow TV One pada Sabtu (15/6/2019).

 “Ada poin yang menurut saya ngeri-ngeri sedap adalah mengenai KH. Ma’ruf Amin yang faktanya terkonfirmasi menjabat sebagai dewan pengawas syariah dari 2 bank syariah,” kata Refly Harun seperti dikutip Suara.com, pada Hari Rabu (19/6/2019).

Menurut Undang Undang Nomor 7 Tahun 2017 asal 227 Huruf P mewajibkan pejabat atau karyawan BUMN mengajukan pengunduran diri sebelum mencalonkan diri dalam Pemilu. Tentunya, pernyataan dari undang-Undang ini dikaitkan dengan Jabatan KH. Ma’ruf Amin di anak perusahaaan BUMN.

Gugatan pada poin ngeri-ngeri sedap ini tergantung dari penafsiran MK, bila penafsirannya tidak luas atau terbatas maka kemungkinan gugatan mengenai jabatan KH. Ma’ruf Amin tersebut tidak akan dikabulkan.

Namun, Refli Harun mengusulkan kepada tim hukum Prabowo Sandi supaya mempersiapkan dengan matang dan kuat untuk berkas gugatan tersebut. Karena perspektif lain dapat dijadikan pertimbangan dengan menyertakan pasal-pasal yang lain menguatkan.

Hal tersebut dapat meyakinkan para hakim MK. Bila adanya bukti dan penjelasan gugatan yang tepat, gugatan yang diajukan kemungkinan besar dapat berpeluang besar dikabulkan.

 

Related posts

Harimau Yang Membunuh Petani Di Sumatera Utara Untuk Menjalani Operasi

Rey Wahyudi

Waspada Paku Ranjau Di Jakarta 8 Titik Ini Menjadi Sorotan

Rey Wahyudi

Dieng Makin Dingin Makin Menarik

Rey Wahyudi

Apa Yang Terbaru Dari iPhone? Faktanya Bikin Wow

Rey Wahyudi

Perlunya Angkutan Online dengan Angkutan Umum Diintegrasikan

Rey Wahyudi

PDI-P untuk mendapatkan sebagian besar kursi di Kabinet, kata politisi

Rey Wahyudi