QWEEPY.CO.ID
Knowledge

Fenomena Dinginnya Suhu Saat Musim Kemarau

Dinginnya suhu saat ini masih menjadi topik yang hangat untuk diperbincangkan. Kasie Data BMKG atau Badan Meteorolog, Klimatologi dan Geofisika, Teguh Tri Susanto mengatakan bahwa pada musim kemarau, angin muson timur tenggara berembus membawa udara dari Australia yang bersifat dingin dan kering. Lebih lanjut, ia mengatakan secara umum kondisi wilayah Jawa Timur sebagian besar sudah masuk musim kemarau. Sehingga akan bersifat panas dan kering pada siang hari dan bersifat dingin pada pagi dan malam hari.

Hal ini disebabkan karena saat musim kemarau cerah dan tidak ada tutupan awan. Radiasi sinar matahari yang diterima bumi akan dipantulkan kembali ke angkasa pada malam hari. Masyarakat dihimbau agar mengedakan pelembaba saat siang hari supaya tidak kering dan mengenakan jaket atau selimut tebal saat malam hari.

Dinginnya suhu salah satunya terjadi di daerah Malang, Aminudin sebagai Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Malang mengatakan bahwa iklim di Malang sama dengan 20 tahun lalu. Hal ini disebabkan karena suhu di Malang bisa mencapai 140 celcius. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa suhu di Malang tidak pernah serendah itu.

“Beberapa hari lalu 15,6 derajat celsius tercatat di Karangploso. Bahkan perna di Karangploso tercatat sekitar 14 derajat celcius”.

Ia menambahkan “Tahun ini bisa sampai 15 derajat celcius luar biasa kan. Boleh dikatakan iklim di Karangploso sudah mulai kembali ke 20 tahun yang lalu. Mengarah pada hal yang positif” tuturnya.

Padahal puncak musim kemarau diprediksi saat bulan Agustus. Saat puncak musim kemarau tiba, suhu diprediksi akan lebih dingin.

Suhu yang sangat dingin baru-baru ini menimbulkan suatu fenomena yang menarik. Di beberapa tempat wisata misalnya Bromo, telah turun embun yang mengkristal layaknya salju. Embun ini disebut dengan frost.

Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas TNBTS, Syarif Hidayat megatakan “Fenomena frost atau embun upas sudah dilaporkan teman-teman di lapangan. Di Cemoro Lawang dan Penanjakan dilaporkan sudah ada fenomena itu. Untuk kawasan Bromo, terjadi di dataran landai, seperti di Lautan Pasir, Pasir Berbisik dan Savana. Di titik-titik ini, wisatawan dapat menikmatinya dengan leluasa”.

Embun pertama kali ditemukan di Ranu Pane tanggal 16 Juni kemudian menyusul di Cemoro Lawang dan Lautan Pasri tanggal 17 juni. Lalu tanggal 18 Juni muncul di kawasan Pananjakan. Munculnya frost berdampak tidak baik bagi pertanian warga. Petugas Pengendali ekosistem Hitan (PEH) TNBTS, Ariyanto mengatakan “Pertanian warga sampai terkena es juga. Maka dapat dipastikan tanaman warga akan mati. Tahun lalu, terjadi di Ranu Pane, Argosari dan Ngadisari”.

 

Related posts

Lampu Yang Menyala Saat Tidur Sebabkan Kenaikan Berat Badan

Rey Wahyudi

Gagal SBMPTN? Segera bersiap jalur mandiri!

Rey Wahyudi

Soal CPNS dan PPPK Tahun Ini Sesulit Tahun Lalu? Masih Menunggu Jawaban

Rey Wahyudi

Apakah Manfaat Belimbing Wuluh untuk Wajah?

Rey Wahyudi

Dieng Makin Dingin Makin Menarik

Rey Wahyudi