QWEEPY.CO.ID
Image default
Berita Ekonomi dan Bisnis

Perlunya Angkutan Online dengan Angkutan Umum Diintegrasikan

Menurut studi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI)  bahwa angkutan online roda dua agar difungsikan menjadi pengumpan moda raya untuk Kereta Rel Listrik (KRL), Commuter Line, Bus Rapid Transit (BRT) dan Massive Rapid Transit (MRT).

Meskipun secara integrasi peraturan ini belum diatur secara sistematis. Namun, terkait aturan ini melahirkan adanya persaingan sehat demi kesejahteraan konsumen dan pengemudi.

Sekretaris Jenderal MTI, Harya S. Dildon mengatakan bahwa meski belum masuk UU, sudah ada preseden dari Permenhub no. 118 tahun 2018 yang mengatur tentang angkutan-angkutan online roda empat. Peraturan ini dinilai sudah cukup baik karena telah mencakup standar pelayanan, kewenangan penetapan tarif, pedoman pemberian promosidan sanksi administrasi yang tegas. Hal ini ia sampaikan dalam diskusinya mengenai masalah transportasi di Gambir, Jakarta Pusat pada Hari Juma’at 21/6/2019.

Pria yang disapa Koko ini mengungkapkan bahwa pengaturan angkutan online  yang terhubung dengan integrasi moda raya transportasi publik tetap dipayakan agar melalui integrasi. Dan pemerintah tetap harus memiliki sakala prioritas khususnya untuk moda raya seperti MRT, LRT, Busway dan lainnya sebagai andalan transportasi kota.

“Kita sering lupa bahwa sebelum ada aplikasi, angkutan roda dua sudah beroperasi di luar regulasi. Sangatlah tepat apabila aplikasi online digunakan sebagai pintu masuk regulasi dan pengawasan,” papar Koko.

Prawira F. Belgiawan, Dosen Sekolah Bisnis dan Manajemen, Institut Teknologi Bandung (SBM-ITB) mengungkapkan adanya sebuah penelitian bahwa penggunaan ojek online sangat berperan dalam peningkatan pengguna angkutan umum.

“Kami menemukan bahwa terdapat efek positif dan signifikan dari penggunaan angkutan umum. Peningkatan angkutan umum menyiratkan peningkatan penggunaan ojek online,” ungkap Prawira dalam kesempatan yang sama.

Prawira juga mengungkapkan agar sinergi angkutan online dengan angkutan umum dapat ditingkatkan melalui adanya integrasi sistem tiket.

“Sebaiknya mengintegrasikan layanan transportasi umum dan layanan ojek online. Misalnya, dengan mengintegrasikan sistem tiket dan kemudian memberikan diskon tiket integrasi serta menyediakan aplikasi layanan terintegrasi,” ucap Prawira.

 

Related posts

Jokowi: Koalisi yang berkuasa tetap solid

Rey Wahyudi

Presiden Jokowi Berkunjung ke Solo

Rey Wahyudi

Kisah Sedih Kakek Arsyad, yang Rumahnya Hangus Bersama Uang Tabungan Umrah dari Hasil Jualan Sampah Plastik

Rey Wahyudi

KPK, Novel Baswedan ‘dikecewakan’ oleh tim pencari fakta

Rey Wahyudi

Gempa bumi melanda Bali selama perayaan Galungan

Rey Wahyudi

Tiga kontraktor Blok Koridor akan mempertahankan peran setelah 2023

Rey Wahyudi