QWEEPY.CO.ID
Image default
Berita Knowledge

Dieng Makin Dingin Makin Menarik

Memasuki musim kemarau tahun ini, udara terasa makin dingin jika dibandingkan bulan sebelumnya. Berita akhir akhir ini mengabarkan, di daerah Dieng tekanan udara mencapai 20 Celcius. Dieng yang memiliki ketinggian 2000 diukur dari laut. Namun menurut kepala UPT dinas pariwisata Dieng, Aryadi yang dikutip dari iNews.id mengatakan es atau Upas muncul di dataran tinggi Dieng terjadi saat penurunan suhu.

Aryadi juga menambahkan suhu udara Dieng akan semakin ekstrem saat masuki puncak kemarau yang diperkirakan terjadi pada bulan Agustus. Suasana seperti ini membuat dataran tinggi Dieng semakin menarik.  Wisatawan semakin banyak yang penasaran dengan keadaan Dieng. Ketika pagi hari Upas atau es tampak pada daun daun dan pohon.Tidak hanya itu saja air mineral baik di gelas maupun di botol plastik yang ada di pedagang juga menjadi es. Kejadian ini dimanfaatkan oleh wisatawan untuk melihat secara langsung

Bahkan ada beberapa dari mereka yang rela menginap untuk menyaksikan peristiwa seperti ini. Ada juga yang sekedar ber-selfie ria. Atau mengabaikan dengan rekaman gambar. Menurut berita yang beredar dingin di dataran tinggi Dieng bulan Juni ini melebihi dinginnya bulan sebelumnya. Serta dinginnya Dieng tahun ini melebihi dinginnya Dieng tahun lalu.

Selain Dieng juga terdapat beberapa tempat wisata yang mengalami lonjakan pengunjung setelah adanya kejadian cuaca dingin ini. Tidak hanya Dieng, Bromo mengalami lonjakan pengunjung sampai 30% dari biasanya. Selain karena memasuki musim liburan sekolah. Fenomena embun menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung. Butriran es kristal dan sensasi dinginnya Bromo menjadi sesuatu hal yang baru. Untuk menikmati hal tersebut wisatawan bisa menggunakan transportasi yang disediakan warga setempat msialkan jip, ojek kuda dan ojek motor. Fenomena embun yang menyerupai salju dapat dinikmati di beberapa titik di Gunung Brono, Probolinggo.

Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas TNBTS Syarif Hidayat mengatakan “Fenomena frost atau embun upas sudah dilaporkan teman-teman di lapangan. Di Cemoro Lawang dan Penanjakan dilaporkan sudah ada fenomena itu. Untuk kawasan Bromo, terjadi di dataran landai, seperti di Lautan Pasir, Pasir Berbisik dan Savana. Di titik-titik ini, wisatawan dapat menikmatinya dengan leluasa”.

Lebih lanjut ia menjelaskan bajwa embun pertama kali muncul di Ranu Pane pada tanggal 16 Juni. Selain Dieng, Bromo dan Ranu Pane, embun juga muncul di Gunung Semeru, Ranu Kumbolo dan Kalimati.

Syarif menjelaskan jika fenomena seperti in muncul dikarenakan turunnya suhu yang sangat drastis. Suhu yang turun drastis diakibatkan oleh tekanan angin yang cukup tinggi.

 

Related posts

Ganjar meminta pegawai negeri yang mendukung radikalisme untuk mundur

Rey Wahyudi

Presiden Jokowi Berkunjung ke Solo

Rey Wahyudi

Waspada Paku Ranjau Di Jakarta 8 Titik Ini Menjadi Sorotan

Rey Wahyudi

Pertamina akan mendapatkan 30% saham di blok Koridor, ungkap anggota parlemen

Rey Wahyudi

Identitas 9 Penumpang Wafat Tabarakan Beruntun di Tol Cipali

Rey Wahyudi

Kemacetan Semakin Parah: Polisi Setuju Hidupkan Kembali Sistem Ganjil Genap

Rey Wahyudi