QWEEPY.CO.ID
Image default
Berita

Harimau Yang Membunuh Petani Di Sumatera Utara Untuk Menjalani Operasi

Seekor harimau yang membunuh seorang pria di Sumatra Utara beberapa bulan sebelum ditangkap pada hari Selasa adalah untuk menjalani operasi pada kaki yang terluka dalam jerat. Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BKSDA Sumatera Utara) Irzal Azhar mengatakan jerat baja perlu dikeluarkan dari kaki sesegera mungkin untuk mencegah infeksi.

“Kami sedang bersiap untuk melakukan operasi untuk menghilangkan jerat dari kaki kanan depan harimau. Operasi itu diperlukan agar luka nya bisa sembuh, ”kata nya saat konferensi pers hari Kamis. Agensi menemukan harimau itu hidup pada hari Selasa di Kecamatan Huta Bargot, Kabupaten Sosopan, Kabupaten Padang Lawas, setelah memasuki perangkap yang ditetapkan tim agensi.

Seorang petani dilaporkan diserang fatal oleh harimau di perkebunan karet di Siraisan, kabupaten Ulu Barumun, Padang Lawas, pada 17 Mei. Seminggu kemudian, hewan itu menyerang penduduk desa lain, yang terluka parah. Harimau yang sama juga diyakini memangsa seekor monyet peliharaan pada 10 Juli.

Irzal melanjutkan dengan mengatakan jerat itu adalah jenis pemburu yang biasa nya digunakan untuk menangkap babi hutan. Harimau itu masuk ke jerat sebelum akhir nya ditangkap oleh tim BKSDA Sumatera Utara, kata nya.

“Harimau itu sudah terluka ketika personil kami menemukan nya,” tambah nya.

Dia meminta penduduk setempat untuk menahan diri dari memasang perangkap berbahaya bagi harimau, karena binatang itu adalah spesies yang terancam punah.

“Harimau terancam punah. Hanya ada enam di Padang Lawas, ”kata Irzal

Related posts

Jamaah Meninggalkan Masjid Karena Ceramah Berisi Politik

Rey Wahyudi

Tiga kontraktor Blok Koridor akan mempertahankan peran setelah 2023

Rey Wahyudi

VP menyerukan untuk meningkatkan ekspor otomotif saat GIIAS dimulai

Rey Wahyudi

Presiden Jokowi Berkunjung ke Solo

Rey Wahyudi

Pengadilan banding meningkatkan hukuman mantan menteri Idrus Marham menjadi lima tahun

Rey Wahyudi

Kisah Sedih Kakek Arsyad, yang Rumahnya Hangus Bersama Uang Tabungan Umrah dari Hasil Jualan Sampah Plastik

Rey Wahyudi