QWEEPY.CO.ID
Berita

Pengadilan banding meningkatkan hukuman mantan menteri Idrus Marham menjadi lima tahun

Pengadilan Tinggi Jakarta telah meningkatkan hukuman penjara bagi politisi Partai Golkar dan mantan menteri urusan sosial Idrus Marham menjadi lima tahun penjara, beberapa bulan setelah ia dinyatakan bersalah menerima suap dari seorang pengusaha untuk membiayai usaha nya yang gagal untuk menjadi pemimpin partai.

Putusan banding, yang dijatuhkan pada hari Selasa, menegakkan putusan Pengadilan Tipikor Jakarta yang menyatakan Idrus bersalah atas suap tetapi menambahkan dua tahun tambahan untuk hukuman penjara tiga tahun yang dijatuhkan oleh pengadilan primer pada bulan April.

“Terdakwa, Idrus Marham, dijatuhi hukuman lima tahun penjara,” putusan itu seperti dikutip oleh kompas.com melalui situs resmi Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada hari Kamis.

Pengadilan banding juga meningkatkan denda untuk Idrus dari Rp 150 juta (US $ 10.729) menjadi Rp 200 juta. Penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Lie Putra Setiawan, memuji keputusan pengadilan tinggi tersebut, dengan mengatakan bahwa hukuman penjara lima tahun adalah apa yang dituntut jaksa penuntut umum selama persidangan.

Pengadilan Tipikor Jakarta pada bulan April mendapati Idrus bersalah menerima suap sebesar Rp2,25 miliar (US $ 159.688) dari pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo, salah satu pemegang saham di perusahaan energi BlackGold Natural Resources Limited.

Kasus penyuapan, yang juga melibatkan politisi Golkar Eni Maulani Saragih yang dijatuhi hukuman enam tahun penjara karena menerima dana gelap terkait dengan upaya Johannes untuk memenangkan proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga batu bara Riau-1.

Related posts

Kurang dari setengah kecamatan di Jakarta memiliki stasiun pemadam kebakaran

Rey Wahyudi

Adanya Isu Pulau Komodo Ditutup, Jokowi Menjawab

Rey Wahyudi

Tiga kontraktor Blok Koridor akan mempertahankan peran setelah 2023

Rey Wahyudi

Indonesia memperkuat kehadirannya untuk memerangi kejahatan transnasional di perbatasan Singapura

Rey Wahyudi

Pertamina akan mendapatkan 30% saham di blok Koridor, ungkap anggota parlemen

Rey Wahyudi

Harimau Yang Membunuh Petani Di Sumatera Utara Untuk Menjalani Operasi

Rey Wahyudi