QWEEPY.CO.ID
Image default
Berita

KPK, Novel Baswedan ‘dikecewakan’ oleh tim pencari fakta

Penyelidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan telah menyatakan kekecewaannya yang mendalam dengan hasil dari tim pencari fakta yang gagal menyelesaikan serangan asam padanya yang terjadi lebih dari dua tahun yang lalu, kata serikat pekerja KPK.

“Novel [bertemu] dengan kami dan mengatakan bahwa ia sangat kecewa dengan tim pencari fakta karena [hasil penyelidikan] membuatnya, korban, merasa lebih sedih,” kata ketua serikat pekerja KPK Yudi Purnomo Harahap mengatakan dikutip oleh kompas.com pada hari Rabu.

Dua pria tak dikenal melemparkan asam ke wajah Novel ketika ia pulang ke rumah pada 11 April 2017 setelah melakukan sholat subuh di masjid terdekat di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Yudi menambahkan bahwa penyelidikan pencarian fakta telah menghancurkan harapan Novel dan KPK, karena telah gagal mengidentifikasi tersangka dalam kasus tersebut.

“Harapan kami sia-sia,” kata nya.

Tim pencari fakta yang sebagian besar terdiri dari petugas kepolisian telah menghabiskan enam bulan terakhir untuk menyelidiki kasus ini sejak dibentuk pada Januari oleh kepala Kepolisian Nasional Jenderal Tito Karnavian. Tim menyerahkan laporan akhir pada hari Rabu, yang merekomendasikan agar polisi membentuk tim teknis untuk menindaklanjuti penyelidikannya.

Tim juga mengumumkan pada hari Rabu bahwa motif yang mungkin untuk serangan itu adalah pembalasan sehubungan dengan lima kasus korupsi profil tinggi Novel telah diselidiki dan kasus polisi terpisah.

Ini mengidentifikasi lima kasus korupsi sebagai kasus kartu ID-e, kasus yang melibatkan mantan ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, kasus yang melibatkan mantan Sekretaris Jenderal Mahkamah Agung Nurhadi, kasus yang melibatkan mantan bupati Buol Amran Batalipu, dan kasus Wisma Atlet yang melibatkan mantan bendahara Partai Demokrat Nazaruddin.

Kasus terakhir adalah penembakan oleh polisi, di mana Novel dituduh menembak seorang tersangka perampokan ketika dia menjadi kepala detektif di Kepolisian Bengkulu. Tim tidak menyebutkan nama tersangka dalam laporan investigasinya, dan sebaliknya menyarankan bahwa serangan asam itu dimotivasi oleh “penggunaan kekuatan yang berlebihan” oleh Novel dalam menjalankan tugasnya sebagai penyelidik KPK.

Related posts

Ini Nama-Nama Korban Tabrakan Beruntun Tol Cipali

Rey Wahyudi

NasDem dapat mendukung Anies untuk pemilihan presiden 2024

Rey Wahyudi

Tahun 2020 Semua Pemilik Mobil di Depok Wajib Memiliki Garasi Pribadi

Rey Wahyudi

Apa Yang Terbaru Dari iPhone? Faktanya Bikin Wow

Rey Wahyudi

Pengadilan banding meningkatkan hukuman mantan menteri Idrus Marham menjadi lima tahun

Rey Wahyudi

Indonesia memperkuat kehadirannya untuk memerangi kejahatan transnasional di perbatasan Singapura

Rey Wahyudi