QWEEPY.CO.ID
International News

Patung ‘Christ of Theft’ menimbulkan dilema bagi Peru

Patung raksasa Yesus Kristus yang menjulang di Lima menyebabkan kontroversi di Peru karena pembiayaan nya oleh raksasa konstruksi Brasil yang tercemar korupsi, Odebrecht, dan almarhum mantan presiden Alan Garcia.

Struktur akrilik dan beton 37 meter (121 kaki), yang menelan biaya $ 800.000, dipandang oleh beberapa orang sebagai simbol korupsi, sehingga menimbulkan nama panggilan lokal ‘Christ of Theft’. Ribuan menuntut penghapusan nya.

Beberapa minggu yang lalu, organisasi non-pemerintah Es Momento (Saat nya) memulai kampanye untuk membuat patung itu, yang terletak di gunung Chorrillos di selatan Lima, dihancurkan. “Tidak mungkin untuk ini tetap sebagai bagian dari ruang publik kota,” kata Cristhian Rojas, pemimpin Es Momento.

Patung, yang nama resmi nya adalah ‘Christ of the Pacific,’ diberikan oleh kepala perusahaan Marcelo Odebrecht ke Garcia dan diresmikan pada tahun 2011, tepat pada akhir masa jabatan lima tahun nya yang kedua sebagai presiden.

Dia sebelum nya memegang jabatan presiden dari 1985-90.

Odebrecht telah mengakui membayar suap $ 29 juta di Peru antara tahun 2005 dan 2014. Jaksa mengatakan seorang mantan pejabat tinggi Garcia telah mengaku bertindak sebagai pentolan, menerima uang dari Odebrecht untuk diteruskan kepada mantan presiden.

Garcia, yang bunuh diri pada bulan April ketika polisi tiba di rumah nya untuk menangkap nya karena pencucian uang, adalah salah satu dari empat mantan presiden Peru yang terlibat dalam berbagai skandal korupsi, bersama dengan Pedro Pablo Kuczynski, Ollanta Humala dan Alejandro Toledo.

Odebrecht telah mengakui untuk membayar ratusan juta dolar dalam suap di selusin negara Amerika Latin dan telah setuju untuk membayar lebih banyak lagi dalam reparasi dalam berbagai kesepakatan dengan masing-masing pemerintah.

Tetapi asosiasi perusahaan dengan korupsi berarti patung Kristus telah menjadi kerikil di bawah sepatu pemerintah Peru.

Related posts

Media AS: Ahli waris Qaeda Hamza bin Laden terbunuh

Rey Wahyudi

Paus menyesalkan ‘kejahatan buruk’ prostitusi

Rey Wahyudi

Li Peng, ‘Jagal Beijing’, meninggal dalam usia 90 tahun

Rey Wahyudi

Mueller Di Bawah Tekanan Untuk Mengakui Bahwa Trump Melakukan ‘Kejahatan’

Rey Wahyudi

Ingin tetap relevan? Lawan aku, kata Pacquiao pada Mayweather

Rey Wahyudi

Priti Patel: Pemain sayap kanan Brexit meletakkan hukum

Rey Wahyudi