QWEEPY.CO.ID
Berita

Gagasan untuk mengembangkan energi nuklir mendapat tentangan keras di Indonesia

Kebangkitan seorang anggota parlemen atas gagasan untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir di Indonesia telah memicu debat publik mengenai pro dan kontra dari teknologi tersebut, khususnya tentang keamanan dan efisiensinya.

Usulan tersebut datang dari Kurtubi, anggota Komisi VII DPR untuk urusan energi, antara lain, yang menuntut pemerintah memasukkan jenis pembangkit energi itu pada 2019 hingga 2038 Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN).

Dia menekankan bahwa Indonesia perlu mengembangkan energi nuklir untuk memenuhi meningkat nya permintaan listrik karena dampak nya terhadap lingkungan lebih sedikit dibandingkan dengan sumber energi lain nya.

“Namun, masih ada keraguan untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga nuklir karena biaya nya yang tinggi,” kata Kurtubi saat dengar pendapat dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan di Jakarta awal pekan ini.

Menanggapi hal itu, Jonan mengatakan pemerintah akan sangat berhati-hati ketika mempertimbangkan gagasan itu, sementara masih banyak sumber daya energi lain di negara itu yang memiliki biaya pengembangan lebih rendah daripada pembangkit listrik tenaga nuklir. “Harga listrik dari energi nuklir kurang kompetitif,” tambah nya.

Sementara itu, perusahaan listrik milik negara direktur pelaksana PLN, Djoko Abumanan mengatakan bahwa energi nuklir sering menjadi topik diskusi, tetapi kurangnya dasar hukum telah mencegah perusahaan untuk melaksanakan proyek pembangkit listrik tenaga nuklir.

“Kami sering berbicara tentang energi nuklir dalam diskusi kelompok terarah, tetapi ketika kami ingin mengeksekusi, kami akan menghadapi hambatan hukum,” kata Djoko, menambahkan bahwa perusahaan juga telah mengadakan studi banding, termasuk dengan Perusahaan Energi Atom Negara Rosatom di Rusia.

Kepala perubahan iklim dan energi Greenpeace Asia Tenggara, Tata Mustafa, menyatakan penolakan nya terhadap gagasan itu, menekankan bahwa negara tersebut perlu fokus pada pengembangan sumber daya energi terbarukan lain nya.

“Potensi energi matahari adalah 207 gigawatt (GW), sedangkan potensi energi pertanian angin mencapai 66 GW,” kata nya, menambahkan bahwa ia meragukan keselamatan energi nuklir, terutama karena posisi negara di Ring of Fire yang sering dilanda gempa bumi.

Related posts

Semarang: Sumur Tua Ajaib Mampu Sembuhkan Warga dari Wabah Kolera

Rey Wahyudi

Bank Indonesia memangkas suku bunga menjadi 5,75 persen

Rey Wahyudi

Beginilah Isi Surat Prabowo Pada Pak Amien Rais

Rey Wahyudi

Indonesia memperkuat kehadirannya untuk memerangi kejahatan transnasional di perbatasan Singapura

Rey Wahyudi

BPN Mengklaim Bahwa Tidak pernah Mengundang Bawaslu Dan KPU

Rey Wahyudi

Lusinan siswa sekolah dasar di Jakarta Selatan menderita keracunan makanan

Rey Wahyudi