QWEEPY.CO.ID
Image default
Berita

Pengadilan menolak 58 petisi pemilihan legislatif

Mahkamah Konstitusi telah menolak 58 dari 260 petisi yang telah diajukan terhadap hasil pemilihan legislatif pada bulan April lalu. Penolakan itu diajukan oleh ketiga panel pengadilan. Dari 58 petisi yang ditolak, 14 ditangani oleh panel satu, 23 oleh panel dua dan 21 oleh panel tiga.

Selain itu, pengadilan memilih untuk tidak menolak 80 petisi tetapi tidak akan meninjau nya lebih lanjut dalam sidang pendahuluan. Hakim Aswanto mengatakan bahwa pengadilan akan segera menjatuhkan putusan nya terkait petisi tersebut dalam sidang pada akhir Agustus.

“Bagi mereka yang mengajukan petisi yang tidak di berhentikan atau di bawa ke persidangan pendahuluan, harap menunggu panggilan resmi dari pengadilan ke sidang akhir,” kata Aswanto pada hari Senin seperti dikutip oleh kompas.com.

Sementara itu, pengadilan telah memutuskan untuk terus meninjau sekitar 122 gugatan yang masih tersisa. Dari 122 gugatan yang tersisa, 48 ditangani oleh panel satu, 33 oleh panel dua dan 41 oleh panel tiga. Awal bulan ini, 260 kasus, terdiri dari 250 petisi yang diajukan oleh partai-partai politik dan 10 diajukan oleh masing-masing kandidat, telah di daftarkan oleh pengadilan.

Perwakilan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yaitu Hasyim Asy’ari, ia mengatakan bahwa di dalam sebuah pernyataan bahwa sidang pendahuluan kemungkinan akan menghasilkan tiga kemungkinan hasil. Hasil pertama adalah mengadakan penghitungan ulang suara pemilu. Hasil kedua adalah penolakan akhir, yang berarti bahwa kasus pemohon belum terbukti di pengadilan. Hasil ketiga adalah menerima kasus pemohon, berdasarkan bukti.

Related posts

CPNS dan PPPK akan Segera Dibuka, Ini Formasinya!

Rey Wahyudi

Ini Nama-Nama Korban Tabrakan Beruntun Tol Cipali

Rey Wahyudi

Waspada Paku Ranjau Di Jakarta 8 Titik Ini Menjadi Sorotan

Rey Wahyudi

KPK, Novel Baswedan ‘dikecewakan’ oleh tim pencari fakta

Rey Wahyudi

Miris sekali nasib Guru Honorer SD harus tinggal di WC dengan Gaji 350rb/bulan

Rey Wahyudi

Lusinan siswa sekolah dasar di Jakarta Selatan menderita keracunan makanan

Rey Wahyudi