QWEEPY.CO.ID
Berita Ekonomi dan Bisnis

Tiga kontraktor Blok Koridor akan mempertahankan peran setelah 2023

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah memberikan jaminan bahwa tiga operator yang ada di Blok Koridor di Sumatera Selatan akan terus memainkan peran mereka masing-masing setelah kontrak mereka berakhir pada 2023, bahkan setelah perusahaan induk BUMN Pertamina mengambil alih operasi.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yaitu Armanda Tahar, ia mengatakan bahwa akan ada juga perubahan komposisi kepentingan partisipasi blok.

“Koridor Pertamina Hulu Energi (PHE) akan mendapatkan 30 persen, ConocoPhillips akan mendapatkan 46 persen dan Repsol akan mendapatkan 24 persen,” katanya didalam sebuah pernyataan yang mengumumkan berakhir nya kontrak di Jakarta pada hari Senin.

Dia mengatakan 10 persen dari bunga partisipasi yang dimiliki oleh PHE Corridor akan didistribusikan ke perusahaan milik daerah. Saat ini, ConocoPhilips memiliki 54 persen saham di blok tersebut, Repsol Energy memiliki 36 persen dan sisanya dimiliki oleh perusahaan holding energi milik negara Pertamina, termasuk 10 persen dalam hak partisipasi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mengatakan pemerintah tidak akan mengeluarkan keputusan apa pun dalam masa transisi.

“Terserah mereka. [Keputusan akan diambil] setelah mereka membahas bisnis dan menemukan waktu untuk menyerahkan [operasi] ke Pertamina, ”kata Jonan seperti dikutip oleh kontan.co.id, menambahkan bahwa kontrak berikut nya akan berlangsung selama 20 tahun mulai 20 Desember 2023 di bawah skema cross-split.

Presiden dan manajer umum ConocoPhillips Indonesia, Bij Agarwal mengatakan bahwa perusahaan berkomitmen untuk membantu dalam masa transisi. “Kami bertiga setuju dengan apa yang kami anggap baik. Dengan pengalaman 40 tahun, kami akan membantu Pertamina, ”kata nya.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan keterlibatan ketiga perusahaan di Blok Koridor akan meminimalkan risiko penurunan produksi di masa transisi. Meskipun pemerintah telah membuat pengumuman tentang operator Blok Koridor, perjanjian itu belum di tandatangani, karena pembayaran komitmen investasi sebesar US $ 250 juta dan bonus penandatanganan sedang menunggu, kata Jonan.

Pada Juni, blok adalah produsen gas terbesar kedua dengan 827 juta metrik kaki kubik standar per hari gas atau 148.000 barel setara minyak per hari.

Related posts

Kemacetan Semakin Parah: Polisi Setuju Hidupkan Kembali Sistem Ganjil Genap

Rey Wahyudi

Indonesia memperkuat kehadirannya untuk memerangi kejahatan transnasional di perbatasan Singapura

Rey Wahyudi

Ganjar meminta pegawai negeri yang mendukung radikalisme untuk mundur

Rey Wahyudi

Pertamina akan mendapatkan 30% saham di blok Koridor, ungkap anggota parlemen

Rey Wahyudi

BPN Mengklaim Bahwa Tidak pernah Mengundang Bawaslu Dan KPU

Rey Wahyudi

Pemerintah kota mengajukan gugatan terhadap pemasok bus berkarat

Rey Wahyudi