QWEEPY.CO.ID
Berita

16 Orang Diduga Menyerang Polisi di Sumatra Selatan

Polisi Sumatera Selatan telah menangkap dan menetapkan 16 orang tersangka atas dugaan keterlibatan mereka dalam serangan terhadap petugas polisi pada dua kesempatan terpisah di Kabupaten Empat Lawang provinsi.

Tiga dari 16 tersangka ditangkap karena menyerang petugas polisi ketika yang terakhir sedang bertugas, sementara sisanya diduga terlibat dalam serangan terhadap personil polisi di rumah sakit setempat, juru bicara Kepolisian Nasional Brigjen. Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan pada hari Kamis.

Menurut polisi, insiden pertama kali dimulai pada Rabu sore setelah Unit Kejahatan Polisi Ulu Musi menerima laporan yang diajukan oleh seorang anggota LSM yang mengklaim bahwa seorang penduduk desa Tanjung Raman yang diidentifikasi sebagai Erwin telah mengirim ancaman kepada kelompok tersebut.

“Empat petugas polisi [kemudian] pergi ke rumah Erwin dengan maksud mengumpulkan kesaksiannya setelah ia dituduh mengancam sebuah organisasi,” kata Dedi.

Namun, Erwin tidak ditemukan di rumahnya ketika petugas datang.

Malam harinya, seorang petugas menemui Erwin, yang ditemani oleh delapan temannya, di lokasi lain di desa itu. Para petugas awalnya mencoba menengahi antara Erwin dan penuduh yang melaporkannya, tetapi Erwin tiba-tiba mengeluarkan pisau dan ia dan teman-teman nya menyerang para petugas, menurut polisi.

Inspektur kedua. Arsan Fajri dan Kepala Brigjen. Darmawan menderita luka tusuk dalam serangan itu, mendorong rekan-rekan mereka untuk menembakkan tembakan peringatan, melukai Erwin dan temannya Erwan, sementara enam lainnya lolos dari tempat kejadian.

Petugas yang terluka serta Erwin dan Erwan dibawa ke Rumah Sakit Umum Tebing Tinggi untuk perawatan darurat. Namun, sekitar pukul 9 malam, sekelompok sekitar 50 orang menyerbu rumah sakit untuk mencari petugas polisi yang sedang dirawat.

Anggota kelompok dilengkapi dengan senjata tajam dan senjata api buatan sendiri, kata polisi.

Dua personil polisi yang berada di rumah sakit, Brigadir Pertama. Agus dan Brigjen Kedua. Teja Apriaga, menderita luka tembak saat serangan itu. Dua anggota kelompok yang diduga terlibat dalam penyerangan ditangkap dan ditahan setelah polisi menembak mereka dengan amunisi yang tidak mematikan.

Related posts

Kapal Isap Timah Terbakar Di Sepanjang Tanggul Kali

Rey Wahyudi

Anies memperpanjang perjalanan bisnis ke luar negeri dalam satu hari

Rey Wahyudi

Gempa bumi melanda Bali selama perayaan Galungan

Rey Wahyudi

Miris sekali nasib Guru Honorer SD harus tinggal di WC dengan Gaji 350rb/bulan

Rey Wahyudi

Pertamina akan mendapatkan 30% saham di blok Koridor, ungkap anggota parlemen

Rey Wahyudi

Tahun 2020 Semua Pemilik Mobil di Depok Wajib Memiliki Garasi Pribadi

Rey Wahyudi