QWEEPY.CO.ID
#CoratCoret

Percakapan Saya Bersama Admin Sosmed Akun Hijrah

Pada malam itu–saya lupa tepatnya–seperti biasa saya membuat janji ketemu untuk nongkrong bareng bersama teman-teman di kedai kopi langganan kami. Agak tidak menyangka audience yang hadir lumayan banyak karena teman saya membawa temannya yang lain ikut kumpul. Hal yang lumrah di circle pertemanan kami biar tidak bosan berteman dengan yang itu-itu saja.

Awalnya kami ngobrol ngelantur seputar berita terkini, politik, pandemi, diselingi guyonan, “Rabi koyoke enak iki le..” ya biasalah kaum-kaum tuna asmara. Kemudian datang salah satu teman kami. Wah semua sorot mata tertuju pada dia. Bokong dia belum nempel kursi saja sudah banyak pertanyaan masuk, “Kok iso le?”, “Tumben ngopi?”, “Gak salah ta kon metu jam semene?”. Maklum dia kalau di rumah agak susah diajak hangout dan masih diberlakukan jam malam.

Sembari basa-basi sedikit, ocehan berlanjut begitu saja. Obrolan mulai terpecah berdasar minat masing-masing. Saya dan Reyaz—yang punya website Qweepy ini—ngobrolin progress beberapa artikel yang pernah terbit sambil sok ide planning kedepan. Tiba-tiba ada yang ikut nimbrung, ya si anak rumahan tadi—kita samarkan saja kali ya namanya Ucok—ternyata dia bercerita punya beberapa sosmed yang dikerjakan.

Bisa dibilang Ucok ini pegiat konten digital aka admin sosmed. salah satu fanpage facebook yang masih aktif punya 40 ribu followers. Tiap posting mengumpulkan ratusan like, puluhan comment dan share. Benar sekali akun itu isinya konten hijrah. Postingan Islami yang mengutip ayat, hadits, motivasi buat orang yang merasa teraniaya setelah putus cinta. Dan banyak quote tentang suami yang baik blablabla, istri yang baik blablabla, biasa di repost sama anak abg labil cari perhatian orang yang memantaskan diri sebelum nikah. Saya cuma mbatin “Jasik ternyata arek iki tersangkanya”. Sambil cengengesan Ucok ini menunjukkan beberapa DM yang masuk..

 

“Ustad. Tolong bantu saya untuk mencarikan nama buat calon anak pertama saya. Menurut ajaran Islam.”

 

“Assalamualaikum sahabat Islam. Saya bermimpi punya kuda 2 cokelat dan 1 hitam, terus saya menjualnya 1 yang hitam itu pertanda apa ya sahabat Islam?”

 

“Assalamualaikum para ustazah dan ustad, saya Mumus ingin bertanya. Jika ada seorang yang malamnya habis berhubungan suami istri tapi mau berpuasa di pagi harinya tapi seorang itu mandi junub di waktu adzan subuh tiba. Apakah puasanya boleh atau tidak? Tolong penjelsannya para ustad dan ustazah.”

 

“Assalamualaikum wr wb. Saya mau tanya batalkah wudhu suami/istri bila bersentuhan?”

 

Alhasil kami mulai bersorak ngakak, nggak habis pikir saya. Ternyata punya teman berpredikat ‘Ustad’ hanya bermodal jadi admin sosmed akun hijrah. Banyak sekali orang keblinger agama. Kok bisa orang si Ucok yang jomblo ini ditanya perihal jima’.  Diminta saran nama anak sesuai porsi Islam, lah wong dia sendiri Jawa akut. Disuruh menafsirkan mimpi kuda, mending tanya langsung ke Awkarin lah atau ke Pak Prabowo juga bisa. Hehe.

Untungnya Ucok ini sadar diri tidak punya kapabilitas ilmu agama sekaliber lulusan pondok pesantren ataupun Kairo, otomatis legitimasi sematan ‘Ustad’ gugur juga. Jadi sengaja nggantung semua pertanyaan DM itu.

Tapi ada 1 percakapan yang ia timpali, menurut saya sangat lucu..

A : “Assalamualaikum kak”

“Waalaikumsalam kak” : Ucok

A : “Kak aku boleh nanya sesuatu nggak?”

“Boleh atuh” : Ucok

A : “Kak aku mau nanya dulu kan aku sering pura-pura sholat kalau disuruh sholat sama mama, hm aku mau minta pendapatnya dong kak”

“Boleh kak, gimana?” : Ucok

A : “Gimana apanya ya kak? Maaf saya nggak ngerti”

“Tapi sekarang masih sering pura-pura sholat nggak?” : Ucok

A : “Alhamdulillah sih udah nggak kak”

“Alhamdulillah kalau gitu kak :)” : Ucok

 

Lucu sekali, tidak ada solusinya dalam percakapan ini. Ucok sangat pintar memainkan probing question (bisa cek di artikel sebelumnya hehe). Alhasil dia sanggup menyelamatkan diri dari konteks yang mungkin tidak dia kuasai. Salute.

Usut-usut punya usut alasan dia membangun akun sosmed hijrah ini selain ketertarikannya di dunia konten digital, dia berusaha membaca pasar. Memang tidak dipungkiri trend hijrah menyerbak ke seantero negeri. Ini berarti adanya massa dari trend tersebut. Marketer biasa memainkan inbound marketing dengan membangun sosmed untuk kendapatkan traffic, kemudian audience ditarik ke landing page yang berisi produk bisnis mereka. Tentu saja Ucok sangat menyadari flow ini.

Kalau diamati, banyak juga orang yang ngaku ustad dadakan memainkan bisnis. Saya tidak tahu pasti kapabilitas ilmunya tapi mereka berani membuka kelas ini, kelas itu, berbayar pula. Biasanya poster konser menyertakan HTM sekian, dalih mereka cukup jeli menggantinya dengan ‘invest akhirat’ juga menjamin ilmunya akan barokah. Komoditas bisnis. Setahu saya jika minta saran, petunjuk, ijazah itu umumnya datang sowan ke kediaman ulama dan gratis.

Mau gimana lagi? Dunia modern sangat membantu kita mengakses informasi secara efisien. Tapi ya mbok jangan kebangetan, bisa filter sana-sini dulu. Sumbernya siapa, apa konteksnya, sanad keilmuannya, perilaku yang diambil dalam menghadapi problem umat. Apalagi gampang share sana, share sini padahal tafsirnya belum tahu. Men-tadabbur-inya saja belum pernah.

Yang penting nggak usah berantem lagi, masih dibawah panji yang sama kok. Seperti kata teman saya kemarin, “Habblum minannas tetap number wahid”.

Ucok admin sosmed akun hijrah.

Related posts

Bingung Pilih E-commerce atau Marketplace ? Kenali Perbedaan Secara Lengkap!!

Reyazandi

Apakah New Normal di Indonesia Sinonim dari Herd Immunities?

Rosi Indra

Tips Menjadi Pendengar Yang Baik kala Dicurhati Pacar

Rosi Indra

Merasa Tidak Cerdas? Tunggu Dulu, Inilah Penjelasan Tentang Multiple Intelligences

Akbar Satria

George Floyd Manifestasi Masa Lalu yang Kelam.

Rosi Indra

Butuh Domain Hosting Bintang 5 ? Yuk Kenali CloudKilat !

Reyazandi

Leave a Comment