QWEEPY.CO.ID
#CoratCoret

Resep ala Selebgram : DM Instagram Adalah Modal Awal Nikah

Beberapa tahun kebelakang bisa dikatakan social media berkembang pesat, hampir lebih cepat dari mobil Bugatti hehe. Sosmed yang awalnya penuh idealisme untuk berkomunikasi jarak jauh sekaligus platform sharing mendadak berubah menjadi tempat ajang pamer sekaligus ladang bisnis. Ya nggak apa-apa juga sih.

Yang saya sadari selanjutnya adalah sosmed merupakan prototype dari Curriculum Vitae seseorang. Dengan leluasa kita bisa membangun personal branding untuk tujuan tertentu. Bahkan info yang saya dapat dari orang dalam, sosmed jadi salah satu rujukan atau pertimbangan dalam merekrut karyawan perusahaan.

Bergegaslah saya membuka semua sosmed di handphone, mulai bersih-bersih konten yang sekiranya ‘jijik’ dipandang. Apalagi isi facebook saya yang berteman dengan orang penc4rie c1nt4 sej4ti3, terputuslah pertemanan kami detik itu juga. Agak berat sebenarnya tidak berteman dengan mereka karena tidak ada bahan untuk julid lagi senantiasa menawarkan konten menghibur.

Mulai candu saya bermain sosmed karena memang ada tujuan untuk personal branding, susah ternyata. Ada inisiatif untuk riset malang-melintang di beranda dan story orang lain. Lah kok banyak sekali uwu-uwu foto pengantin, heran saya. Daripada penasaran, ya saya klik saja masuk ke profile-nya. Ternyata selebgram toh, baru saja menikah. Dinda Hauw dan Rey Mbayang.

Kuping saya sangat asing mendengar kedua nama itu, bodo amat lah lanjut riset. Si Dinda ini bercerita dalam salah satu caption foto pengantinnya tentang awal mula pertemuannya dengan Rey sampai akhirnya menikah. Manis. Rey ini siapa? Mas-mas pada umumnya yang berani DM ngajak nikah ke Mbak Dinda. Kita harus belajar bahwa Instagram adalah aplikasi wajib untuk jomblo seperti kamu—saya juga sih hehe—.

Mirip-mirip Taqy Maliq dengan Salmafina Sunan dan Abimanyu dengan Heni. Satu Indonesia heboh dengan mereka, yang katanya uwu-lah, yang relationship goal-lah, yang katanya cinta sejati lah halah tai kucing cocotan netijen. Terlalu heboh dan euphoria padahal itu lumrah terjadi di sekitar kita. Ada orang nikah, udah. Syukur-syukur kalau diundang, datang, kasi amplop, salaman, foto, makan-makan, udah.

Saya ikut senang dengan kebahagiaan mereka tapi nggak lebay-lebay amat. Malah saya dibuat penasaran setengah mati bagaimana rumusnya mendapatkan jodoh begitu gampang, Dimana teman saya ngopa-ngopi selalu sambat nggak ada cewek yang mau sama dia. Disitulah tekad membara untuk ngulik apa resepnya para selebgram ini.

 

1. Tampilkan sisi religius di social media.

Sadari dahulu bahwa kesan pertama akan selalu diingat oleh orang yang kita jumpai. Dengan bantuan teknologi sekarang, kita nggak perlu repot-repot bikin janji kopdar dan menyiapkan topik obrolan. Cukup dengan bangun personal brand di sosmed (hai Instagram) dengan menonjolkan sisi baik dan bermanfaat. Mungkin entah sedang baksos, pengajian rutin, apapun itu selalu abadikan dalam bentuk konten. Permanis juga dengan tone yang disukai.

2. Mulai fokus dengan konten berbau pernikahan.

Teringat dengan slogan “Jodoh kita adalah cerminan diri kita sendiri”. Mulai menata pola hidup yang baik. Sebisa mungkin belajar dan harus paham esensi pernikahan, bagaimana menyelaraskannya, dimana porsi tanggung jawab dan hak ketika membina rumah tangga. Tuangkan imajinasi itu dalam bentuk konten aka quote-quote manis. Itu akan memberi kesan bahwa ‘si jomblo’ ini telah siap lahir-batin untuk menjalani new normal, eh new life ding.

3. Berani DM dengan niat baik.

Nge-gombal bukan hal yang buruk,  yang penting didasari niat baik. Berani memulai percakapan adalah kodrat kamu wahai cowok jomblo. Bisa copas teks dibawah :

“Assalamualaikum Mba. Mba kalau cowoknya kelamaan ngelamar, aku mau lamar mba di bulan Desember.” –Abimanyu.

“Din boleh nanya ga? Tipe suami idaman kamu seperti apa?” –Rey Mbayang.

Kalau untuk Taqy Maliq, kita harus ngaji dulu bro yang rajin. Itu yang membuat Salmafina kelepek-kelepek sampai DM duluan. Kurang sangar piye Mas Taqy iki hah?

 

Hati yang ambyar ini mencoba mawas diri betapa sangar-nya mereka. Easy gitu ya. Kalau dipikir-pikir lagi memang sedang musimnya nikah muda, nikah sangat muda, nikah cepat, nikah drive-thru. Hehe. Wajar memang circle pertemanan saya yang sudah memasuki fase untuk di-uwu-uwu-in.

Tapi akhirnya saya lega sudah berhipotesa dari pengalaman para selebgram tadi. Degedgan untuk sharing kepada teman-teman yang jomblo, ini ilmu setara 4 sks kalau di perkuliahan. Bahkan di kampus nggak ada ilmu ginian hehe.

Harapan saya, nggak akan terulang lagi pertanyaan-pertanyaan template pas kumpul keluarga. “Kapan nikah?”, “Udah ada calonnya belum?”, “Keburu tua lo nanti..”. Bungkam semua mulut mereka di tahun depan wahai para jomblowan jomblowati.

Mereka para selebgram saja bisa, kenapa kita harus juga? Hehe. Santuy dulu lah sebat sambil cari wangsit di gunung. Liburan dulu mumpung masih jomblo. Salam uwu..

Related posts

Tips Menjadi Pendengar Yang Baik kala Dicurhati Pacar

Rosi Indra

Butuh Domain Hosting Bintang 5 ? Yuk Kenali CloudKilat !

Reyazandi

Bingung Pilih E-commerce atau Marketplace ? Kenali Perbedaan Secara Lengkap!!

Reyazandi

George Floyd Manifestasi Masa Lalu yang Kelam.

Rosi Indra

Percakapan Saya Bersama Admin Sosmed Akun Hijrah

Rosi Indra

Apakah New Normal di Indonesia Sinonim dari Herd Immunities?

Rosi Indra

Leave a Comment