Pempek dan Sejarah Indonesia: Dari Kerajaan ke Masa Kini

Sejarah Pempek Palembang

Sejarah Indonesia selalu menarik untuk dibahas. Sejarah tersebut bisa mencakup berbagai hal. Mulai dari bahasa, kebudayaan, hingga makanannya.

Indonesia memiliki banyak sekali kuliner khas. Salah satu yang paling terkenal adalah pempek palembang.

Tahun 2024 lalu, pempek dinobatkan sebagai salah satu dari 100 camilan paling enak menurut Taste Atlas. Makanan khas Palembang, Sumatra Selatan tersebut menempati posisi ketiga.

Pempek sendiri sudah ada sejak lama bahkan dari zaman Kerajaan Sriwijaya. Kira-kira bagaimana sejarah dari pempek hingga sampai berada di meja makan masa kini? Dalam artikel ini Anda akan mendapatkan jawabannya. Silakan disimak.

Mengenal Pempek Palembang

Sebelum masuk ke sejarah Indonesia mengenai pempek, mari kita kenalan dulu apa itu pempek. Jadi pempek adalah cemilan yang terbuat dari daging ikan.

Sungai Musi Zaman Dulu

Untuk jenis ikannya, dulu memakai ikan belida khas Sungai Musi. Namun karena makin langka, kini masyarakat setempat menggunakan ikan lain.

Beberapa contohnya adalah ikan gabus, ikan putak, ikan sepat siam, ikan kakap merah, atau ikan tenggiri. Daging tersebut dicampur dengan tepung kanji atau tepung sagu. Ditambahkan penyedap rasa, telur, bawah putih, dan garam.

Pempek akan dihidangkan dengan kuah cuko yang asam, manis, dan pedas. Makanan tersebut memiliki banyak variasi. Ada lenggang, lenjer, kapal selam, dan lain sebagainya.

Pempek Palembang dalam Sejarah Indonesia 

Kini Anda masuk dalam sejarah Indonesia mengenai pempek Palembang. Pempek yang Anda nikmati saat ini memiliki sejarah yang cukup panjang. Diperkirakan pembuatan pempek sudah ada sejak 684 Masehi yakni pada Kedatuan Sriwijaya.

Kedatuan Sriwijaya

Bukti yang menguatkan adalah adanya Prasasti Talang Tuo yang mengatakan bahwa pada abad ke-7, tanaman sagu sudah ada. Prasasti tersebut ditemukan oleh L.C Westenenk.

Tidak hanya sagu, di dalam prasasti juga muncul tanaman pinang, bambu, aren, dan kelapa. Untuk Anda ketahui, sagu dan aren merupakan dua bahan dasar untuk membuat cuko dan pempek.

Awalnya pempek disebut sebagai “kelesan” tepatnya sekitar abad ke-16 masa Sultan Badaruddin II yang berasal dari Kerajaan Palembang Darussalam.

Penyebutan keleasan berkaitan dengan cara pembuatannya yang ditekan-tekan dan menggunakan mangkok dengan area tengah berlubang atau piri’an.

Dalam sumber lain dikatakan bahwa kelesan umumnya disajikan ketika acara adat yang diadakan di Rumah Limas.

Kelesan juga dulunya makanan rumahan. Barulah tahun 1916 kelesan dijual oleh orang Tionghoa yang biasanya dipanggil empek atau apek yang berarti paman dalam bahasa China. Kelesan tersebut dibuat asli orang Palembang tetapi penjualannya dititipkan ke orang Tionghoa.

Makanan tersebut dijual keliling dan juga di area keraton yang sekarang lebih dikenal sebagai Masjid Agung. Dari situlah nama pempek mulai dikenal hingga saat ini.

Pempek Panggang

Jenis-Jenis Pempek Palembang

Sedikit disinggung di atas bahwa pempek palembang memiliki banyak jenis, yakni:

  1. Lenjer dengan bentuk lonjong mirip silinder.
  2. Kapal selam dengan isi telur ayam. Ukurannya sekepalan tangan orang yang sudah dewasa.
  3. Adaan bentuknya bulat mirip bakso ikan
  4. Pempek kulit dibuat dari kulit ikan dengan bentuk pipih. Teksturnya krispi.
  5. Pistel memiliki bentuk mirip pastel. Di dalamnya ada pepaya muda tumis.
  6. Tahu dengan balutan adonan untuk pempek. Kemudian digoreng.
  7. Pempek keriting bentuknya mirip mi keriting yang kemudian digulung. Bisa direbus atau digoreng.
  8. Pempek dos yang bukan berasal dari ikan.
  9. Pempek panggang dihidangkan dengan sambal, udang rebon kering, dan kecap.
  10. Pempek lenggang dicampur telur dan dimasak mirip dadar.

Pempek menjadi salah satu makanan dalam sejarah Indonesia yang patut untuk dipelajari. Sejarah yang melingkupinya membuat pempek tidak hanya memberikan rasa lezat pada penikmatnya, tetapi juga rasa bangga.

Ini karena pempek telah ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda dan wajib untuk kita lestarikan.

Share the Post:

Postingan Lainnya